Pasca Audiensi FORJA Banten, Wakil Satgas MBG Pandeglang Akan Turun Kembali ke Dapur MBG Cigondang Labuan
Pandeglang – Pasca audiensi yang digelar antara Forum Jurnalis Aktivis Banten (FORJA Banten) dengan sejumlah pihak terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), perhatian terhadap operasional dapur MBG di wilayah Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, terus menjadi sorotan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Wakil Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan, menyampaikan bahwa pihaknya akan kembali melakukan peninjauan langsung ke lokasi dapur MBG Cigondang bersama tim guna memastikan berbagai aspek yang sebelumnya menjadi bahan pembahasan dalam audiensi.
Menurut Doni, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab untuk memastikan seluruh pelaksanaan program berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik dari sisi tata ruang, standar operasional, maupun aspek pendukung lainnya.
"Kami akan turun kembali bersama tim ke dapur MBG Cigondang, Labuan. Tujuannya untuk memastikan secara langsung kondisi yang ada di lapangan. Dari hasil informasi dan temuan yang berkembang, kami perlu melakukan pengecekan kembali terkait aspek tata ruang yang diduga belum memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan yang berlaku. Selain itu, kami juga akan mengecek berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan kelayakan operasional dapur tersebut," ujar Doni Hermawan.
Ia menegaskan bahwa evaluasi lapangan merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas dan akuntabilitas pelaksanaan program MBG yang saat ini menjadi salah satu program strategis pemerintah.
Lebih lanjut, Doni menjelaskan bahwa setiap dapur MBG harus memenuhi standar yang telah ditetapkan agar mampu menjamin keamanan, kenyamanan, kebersihan, serta kualitas layanan kepada para penerima manfaat.
"Kami ingin memastikan bahwa seluruh aspek benar-benar sesuai standar. Jika ditemukan hal-hal yang perlu diperbaiki, tentu akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi pihak terkait. Yang terpenting adalah bagaimana program ini dapat berjalan dengan baik, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua FORJA Banten, Niki Mulyana, menegaskan bahwa organisasinya akan terus mengawal perkembangan persoalan tersebut sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial yang dijalankan oleh insan pers dan aktivis masyarakat.
Menurut Niki, pengawalan yang dilakukan FORJA Banten bukan bertujuan mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan memastikan bahwa setiap program yang menggunakan anggaran negara benar-benar berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
"Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai seluruh fakta menjadi terang dan jelas. Pengawalan yang kami lakukan bukan untuk menyerang siapa pun, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap program yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam setiap pelaksanaan program pemerintah," kata Niki Mulyana.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari seluruh pihak yang terlibat agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
"Kami berharap seluruh pihak dapat membuka ruang komunikasi yang baik. Ketika ada pertanyaan, kritik, atau masukan dari masyarakat maupun insan pers, seharusnya dijadikan bahan evaluasi bersama. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap program pemerintah dapat terus terjaga," lanjutnya.
Niki menambahkan bahwa FORJA Banten akan terus menghimpun informasi dan melakukan pemantauan lapangan secara objektif berdasarkan fakta serta data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Di lokasi yang sama, Sekretaris Jenderal FORJA Banten, Cecep, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung langkah Satgas MBG Kabupaten Pandeglang yang akan melakukan pengecekan ulang ke lokasi dapur MBG Cigondang.
Menurut Cecep, langkah verifikasi lapangan sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh temuan dan informasi yang berkembang dapat diuji secara langsung melalui proses pemeriksaan yang profesional dan objektif.
"Kami mengapresiasi adanya rencana turun kembali ke lapangan dari Satgas MBG. Dengan pengecekan langsung, semua pihak dapat melihat kondisi sebenarnya sehingga tidak hanya berdasarkan asumsi atau informasi sepihak. Yang dibutuhkan saat ini adalah kejelasan dan kepastian berdasarkan fakta di lapangan," ujar Cecep.
Ia menegaskan bahwa FORJA Banten akan terus mendorong terwujudnya tata kelola program yang transparan dan akuntabel demi kepentingan masyarakat.
"Kami berharap hasil pengecekan nanti dapat disampaikan secara terbuka kepada publik. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana pelaksanaan program ini berjalan dan apakah seluruh ketentuan telah dipenuhi. Transparansi merupakan kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap setiap program pemerintah," tambahnya.
Cecep juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog dan penyelesaian persoalan secara konstruktif.
"Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam proses pengawasan. Namun yang terpenting adalah bagaimana semua pihak dapat duduk bersama, berdiskusi, dan mencari solusi terbaik demi keberhasilan program serta kepentingan masyarakat Kabupaten Pandeglang," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, FORJA Banten menyatakan akan terus memantau perkembangan hasil pemeriksaan lapangan yang akan dilakukan oleh Satgas MBG Kabupaten Pandeglang terhadap dapur MBG Cigondang, Labuan. Organisasi tersebut berharap seluruh proses evaluasi dapat berlangsung secara objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga tujuan utama program Makan Bergizi Gratis dapat tercapai secara optimal untuk masyarakat.

MS















