BANYAK PROYEK ASAL-ASALAN, FORJA BANTEN DESAK APH AWASI PROGRAM P3TGAI DI PANDEGLANG
PANDEGLANG – Forum Jurnalis Banten (Forja Banten) menyoroti banyaknya Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di sejumlah titik di Kabupaten Pandeglang. Banyak proyek pembangunan infrastruktur irigasi tersebut diduga kuat dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Berdasarkan hasil investigasi dan laporan warga di lapangan, kualitas material yang digunakan berada di bawah standar. Selain itu, dimensi serta ketebalan dinding irigasi di beberapa lokasi terindikasi dikurangi demi menekan biaya produksi oleh oknum pelaksana kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
"Kami melihat dan menerima laporan bahwa banyak pengerjaan P3TGAI di pandeglang yang terkesan asal jadi. Mulai dari campuran material yang tidak sesuai standar hingga pemasangan batu yang rapuh. Jangan sampai anggaran negara habis untuk infrastruktur yang baru sebulan dipakai sudah hancur," ujar Niki Mulyana dalam keterangannya.
Menurut Niki mulyana selaku ketua FORJA BANTEN Kondisi ini diduga kuat terjadi akibat mandulnya fungsi pengawasan dari Tim Pendamping Masyarakat (TPM) serta pengawas program yang ditunjuk. Jarangnya pengawas turun ke lokasi proyek membuat celah manipulasi spesifikasi di tingkat bawah terjadi tanpa ada teguran maupun evaluasi konkret. Ia menilai lemahnya pengawasan memicu oknum pelaksana bekerja tanpa memedulikan standar kualitas yang ditentukan.
"Kami sangat menyayangkan lemahnya kontrol dari pihak pendamping program. P3-TGAI ini menggunakan uang negara untuk membantu petani meningkatkan produktivitas pangan. Jika pengawasannya longgar, proyek baru berjalan beberapa bulan saja pasti sudah hancur dan masyarakat kembali dirugikan,".
FORJA BANTEN mendesak Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) selaku instansi pembina program untuk segera turun tangan melakukan audit fisik total terhadap seluruh proyek P3-TGAI di Pandeglang tahun anggaran 2026. FORJA BANTEN juga meminta adanya tindakan tegas terhadap pendamping lapangan yang lalai dalam menjalankan tugasnya.
Niki menegaskan, program P3TGAI seharusnya menjadi solusi vital bagi pengairan sawah dan ketahanan pangan petani lokal, bukan ladang keuntungan pribadi.
Pihak balai dan dinas terkait diminta tidak menutup mata dan segera turun langsung mengecek semua titik lokasi pengerjaan dan mendorong APH turut mengawal program tersebut.
"Kami akan mendorong aparat penegak hukum (APH) untuk mengawal program tersebut untuk mencegah terjadinya kerugian negara," pungkas Niki. (13/6/2026).
Program P3-TGAI seharusnya menjadi solusi padat karya yang mengutamakan kualitas untuk jangka panjang, bukan sekadar proyek formalitas yang dikerjakan tanpa memedulikan ketahanan infrastruktur.

MS 














